Retribusi Tetap Dipungut, Listrik dan Air Pasar Inpres Tapaktuan Tak Mengalir Hampir Tiga Bulan

08 January 2026 20:00 WIB

Oleh Admin

WhatsApp Telegram Facebook
Retribusi Tetap Dipungut, Listrik dan Air Pasar Inpres Tapaktuan Tak Mengalir Hampir Tiga Bulan

Tapaktuan | kabaracehselatan.id - Para pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan mengeluhkan terhentinya pasokan listrik dan air bersih yang telah berlangsung hampir tiga bulan terakhir.


Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas jual beli dan kenyamanan pedagang, khususnya pedagang ayam dan ikan yang sangat bergantung pada ketersediaan air dan penerangan.


Ketua Dewan Penasihat Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT), Sarbunis, menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) yang dinilai lalai memenuhi kebutuhan dasar pedagang pasar.


“Sudah hampir tiga bulan listrik dan air tidak mengalir. Pedagang ayam dan ikan sama sekali tidak memiliki air untuk membersihkan lapak,” kata Sarbunis, Kamis (8/1/2026).


Ia menjelaskan, ketiadaan listrik tidak hanya menghambat aktivitas jual beli, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman bagi pedagang yang menitipkan barang dagangan di malam hari. Kondisi pasar yang gelap dinilai rawan tindak pencurian.


“Kalau malam hari lampu mati, kami merasa waswas. Pedagang sangat terganggu, ditambah lagi fasilitas WC sampai sekarang tidak ada air,” ujarnya.


Sarbunis menilai kondisi tersebut ironis, mengingat para pedagang setiap hari tetap membayar retribusi pasar yang menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Selatan. Namun, hak dasar pedagang berupa fasilitas umum justru tidak terpenuhi.


“Kami rutin dikutip retribusi dan menyumbang PAD, tetapi lampu dan air tidak dihidupkan. Ini sangat kami sesalkan,” tegasnya.


Akibat terhentinya pasokan air, para pedagang terpaksa mencari solusi sendiri, mulai dari menumpang ke tempat lain hingga mengangkut air menggunakan jerigen dari sumber air terdekat atau dari rumah masing-masing.


HPPIT berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali pasokan listrik dan air di Pasar Inpres Tapaktuan.


“Kalau pemerintah masih punya kepedulian terhadap pedagang kecil yang menjadi penyumbang PAD, tolong hidupkan kembali air dan listrik. Pedagang hanya ingin berjualan dengan nyaman dan aman,” pungkas Sarbunis.


Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, Mahzar, menjelaskan bahwa gangguan listrik disebabkan oleh korsleting pada jaringan instalasi listrik di dalam area pasar.


Menurutnya, PLN telah melakukan pemeriksaan terhadap panel utama dan dinyatakan dalam kondisi baik. Namun, instalasi listrik internal pasar memerlukan penanganan tersendiri.


“PLN sudah mengecek panel utama dan dinyatakan bagus. Kalau instalasi di dalam pasar, itu berbeda penanganannya. Untuk kepastian perbaikan, kami akan berkoordinasi dengan UPTD selaku pengelola anggaran,” jelasnya.


Terkait pasokan air bersih, Mahzar menyebutkan bahwa distribusi air PDAM di Pasar Inpres Tapaktuan bergantung pada pompa listrik. Akibat terhentinya aliran listrik, pasokan air pun ikut tidak berfungsi.


“Air PDAM menggunakan pompa listrik. Jadi ketika listrik mati, otomatis air juga tidak mengalir,” tutup Mahzar.


Editor : Admin

Sumber : Bersuarakita.com

Berita Terkait