Penulis: Muhammad Ali Akbar, S.Pd.I., M.Pd.I.
Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan
KABARACEHSELATAN.ID - Safari Desa Binaan Ramadhan (SADAR) merupakan bagian dari tanggung jawab mulia seorang Penyuluh Agama Islam, khususnya dalam pembinaan bidang keagamaan di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban - bukan di hadapan atasan saja, tetapi di hadapan Allah SWT.
Apalagi SADAR dilaksanakan di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan ampunan, dan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Bulan di mana pahala dilipatgandakan, sementara dosa “dikecilkan”, asalkan tidak sengaja diperbesar sendiri.
Allah SWT berfirman:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…”*(QS. Al-Baqarah: 185)
Dari Panton Luas Sampai Lhok Rukam: Amanah Berjalan, Badan Ikut Jalan
Pada bulan Ramadhan ini, Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan, melaksanakan Safari Desa Binaan Ramadhan di beberapa desa dengan peran yang berbeda-beda. Kadang jadi imam, kadang jadi khatib, kadang jadi penceramah, dan kadang juga jadi “petugas serba ada”—yang penting tetap ikhlas.
Di Desa Panton Luas, kegiatan SIRADH (Safari Ramadhan) KUA Tapaktuan dilaksanakan di Masjid At-Taqwa pada hari Selasa, waktu Zuhur. Waktu Zuhur dipilih dengan penuh hikmah, karena di jam inilah manusia biasanya sedang sibuk-sibuknya: ada yang di sawah, ada yang di kebun, dan ada juga yang sibuk “menjaga warung kopi”.
Saat adzan Zuhur berkumandang, masyarakat diajak untuk shalat berjamaah.
“Bapak-bapak, ibu-ibu… rezeki tidak akan lari kalau kita shalat. Tapi shalat bisa lari kalau kita terlalu sibuk.”
Shalat Zuhur berjamaah pun dilaksanakan. Ada yang datang dengan langkah cepat, ada juga yang datang dengan langkah santai—mungkin takut pahalanya kepayahan. Tapi yang penting, masjid terisi, bukan hanya daftar hadir kehidupan.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Tausiah Singkat: Tidak Panjang, Tidak Membuat Jamaah Menguap
Usai shalat, dilanjutkan dengan tausiah singkat dari penyuluh agama Islam KUA Tapaktuan. Singkat tapi padat - karena ceramah Zuhur bukan untuk menguji kekuatan berdiri jamaah, tapi untuk menyentuh hati sebelum kembali bekerja
Disampaikan bahwa Ramadhan bukan hanya latihan menahan lapar dan haus, tapi latihan disiplin shalat tepat waktu. Karena aneh rasanya jika kuat puasa 13 jam, tapi lemah melangkah ke masjid yang jaraknya cuma beberapa langkah.
“Kalau adzan sudah berkumandang tapi kita masih bilang ‘nanti dulu’, itu tandanya bukan kita sibuk, tapi iman kita yang lagi buffering.”
Jamaah tersenyum, ada yang tertawa kecil, ada pula yang mengangguk—tanda pesannya sampai tanpa perlu microphone tambahan.
Amanah Berlanjut ke Desa Lain
Di Desa Air Pinang, amanah berlanjut sebagai khatib Jumat di Masjid Al-Hidayah. Khutbah disampaikan dengan pesan keseimbangan antara ibadah dan akhlak, antara semangat Ramadhan dan konsistensi pasca Ramadhan—karena yang berat itu bukan tarawih 20 atau 8 rakaat, tapi istiqamah setelah lebaran.
Sementara di akhir pekan, di Desa Lhok Rukam, amanah semakin lengkap: imam Shalat Isya, Tarawih, Witir, sekaligus pengisi kajian keagamaan di Masjid Raudhatul Ihsan. Empat tugas dalam satu malam - sebuah kenikmatan luar biasa yang Allah titipkan, bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk disyukuri.
Tapaktuan dan Harapan Menjadi Teladan
Tapaktuan sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Selatan diharapkan menjadi role model dalam pembinaan desa binaan. Kegiatan SADAR ini semoga menggugah semangat rekan-rekan ASN lainnya, bahwa tugas kita bukan hanya selesai di meja kantor, tetapi juga hidup di tengah masyarakat.
Pemuda : Target Utama, Investasi Masa Depan
Ke depan, program ini akan dimaksimalkan dengan melibatkan pemuda di ketiga desa binaan. Karena pemuda adalah mesin perubahan. Desa tanpa pemuda yang aktif ibarat motor tanpa bensin - ada bentuknya, tapi tidak bergerak.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Salah satu golongan yang mendapat naungan Allah adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hasan Al-Bashri, berkata:
“Wahai para pemuda, kalian adalah kekuatan umat. Jika kalian baik, maka baiklah umat ini.”
Bung Soekarno, juga menegaskan:
“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Penutup: Senyum, Amanah, dan Harapan
Alhamdulillah, kegiatan SADAR ini telah beberapa kali dilaksanakan dan selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat desa binaan. Dengan dukungan orang tua di gampong dan keterlibatan pemuda, insyaAllah desa akan bergerak maju - baik di bidang pendidikan, keagamaan Islamiyah, ekonomi, sosial, maupun bidang lainnya.
Karena dakwah yang baik bukan hanya membuat jamaah diam mendengar, tapi bergerak melakukan. Dan kadang, satu senyum dan satu lelucon yang mengingatkan, lebih membekas daripada seribu kata yang terlalu serius.
SADAR bukan sekadar Safari Ramadhan, tetapi perjalanan amanah menuju keberkahan. [KAS].