KABARACEHSELATAN.ID - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pada bulan ini setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, seorang muslim hendaknya memperbanyak amalan yang dicintai Allah SWT.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Dalam ceramahnya, Kepala KUA Tapaktuan menyampaikan bahwa Ramadhan adalah kesempatan memperbanyak amal yang mengantarkan kita ke surga.
1. Membaca dan Mendengar Al-Qur’an
Salah satu amalan paling utama di bulan Ramadhan adalah membaca Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ bersabda: *اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya.”
(HR. Muslim)
Dalam majelis Al-Qur’an, yang membaca dan yang mendengar sama-sama mendapat pahala.
Allah berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya:
“Apabila Al-Qur’an dibacakan maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-A’raf: 204)
Membaca Mushaf Lebih Utama
Para ulama menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an langsung dari mushaf lebih utama dibanding dari layar HP karena:
* Lebih khusyuk
* Lebih fokus
* Termasuk memuliakan mushaf
Namun membaca dari HP tetap berpahala selama niatnya ibadah.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan keharuman seperti kasturi dari surga.
2. Sedekah: Amalan yang Paling Dicintai Allah
Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan sebuah gambaran yang menarik.
Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah:
“Ya Allah, aku sudah shalat, puasa, dan berzikir. Amalan mana yang paling Engkau cintai?”
Maka dijelaskan:
* Shalat → manfaatnya kembali kepada diri sendiri
* Puasa→ menjaga diri dan emosi
* Zikir→ menenangkan hati
Tetapi sedekah memberi manfaat kepada orang lain.
Karena itu pahalanya sangat besar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya:
“Siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)
3. Kisah Syakban: Sedekah yang Ikhlas
Diceritakan bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ selesai shalat Subuh dan bertanya kepada para sahabat:
“Di mana Syakban?”
Para sahabat menjawab:
“Ya Rasulullah, ia telah meninggal dunia dan sudah dimakamkan.”
Rasulullah kemudian tersenyum ketika mendengar ucapan terakhir Syakban sebelum meninggal.
Ia berkata tiga hal:
1. “Kenapa tidak lebih jauh lagi?”
Maksudnya: rumahnya dekat dengan masjid. Kalau lebih jauh, langkah ke masjid lebih banyak, pahalanya juga lebih banyak.
2. “Kenapa tidak semuanya?”
Ia membawa 10 potong roti.
Ketika bertemu orang miskin, ia memberi 5 roti, dan sisanya untuk dirinya.
Ia menyesal tidak memberikan semuanya.
3. “Kenapa tidak yang baru saja?”
Ia memakai baju baru di dalam, tapi baju lama di luar.
Ia menyesal karena tidak bersedekah dengan pakaian terbaiknya.
Maka pelajaran dari kisah ini:
Jika bersedekah, berikan yang terbaik.
Allah berfirman:
> لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
Artinya:
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.”
(QS. Ali Imran: 92)
Kadang kita sedekah begini:
* Baju lama → disedekahkan
* Baju baru → disimpan
Padahal kalau kita datang ke pesta, yang dipakai baju baru.
Masa kepada manusia kita beri yang terbaik, kepada Allah malah yang sisa?
Jadi jangan sampai seperti itu.
Kalau sedekah, beri yang baik, yang layak, yang kita cintai.
Penutup
Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh.
Amalan utama yang harus diperbanyak adalah:
1. Membaca Al-Qur’an
2. Memperbanyak sedekah
3. Memberi makan orang yang berpuasa
4. Memakmurkan masjid
Semoga dengan amalan tersebut Allah menghantarkan kita menuju surga dengan keharuman kasturi dari surga
Kegiatan safari Ramadhan FIK Tapaktuan 1447 H / 2026 M yang ke-4 dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Gampong Gunung Kerambil Kecamatan Tapaktuan dengan menghadirkan penceramah Drs. Murdi Us dan imam Radius Azwaryang diwakili Ridho Pahlevi
Turut hadir Muspika, Danramil, Kapolsek Tapaktuan, Camat, imam Mukim, Keuchik dan jamaah masjid serta Novi Rosmita, S.E., M.Kes. (YRKB), serta Zurnalis dan Muhammad Ali Akbar sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan. [KAS]
Editor: Muhammad Ali Akbar (Penyuluh Agama Islam)