Penulis : Muhammad Ali Akbar, S.Pd.I., M.Pd
Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan
KABARACEHSELATAN.ID - " إِذَا صَحَّ القَلْبُ صَحَّ العَمَلُ "“Jika hati telah baik, maka baiklah seluruh amal.”
Ramadhan datang bukan sekadar sebagai bulan dalam kalender hijriyah, tetapi sebagai tamu agung yang mengetuk pintu hati. Ia mengajak jiwa yang lelah untuk berhenti sejenak, merenung, lalu kembali kepada fitrah. Dalam keheningan sahur dan panjangnya doa malam, Ramadhan membisikkan makna kehidupan: bahwa yang paling berharga bukanlah apa yang kita miliki, tetapi siapa kita di hadapan Allah SWT.
1. Marhaban Ya Ramadhan: Cahaya bagi Jiwa yang Merindu
"Marhaban ya Ramadhan, engkau datang membawa cahaya, mengajarkan kami arti sabar dan berserah.”
Ramadhan adalah bulan yang kehadirannya selalu dirindukan oleh hati-hati yang beriman. Ia datang membawa cahaya bagi jiwa yang gelap oleh dosa dan lalai oleh dunia. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan kesabaran dan kepasrahan total kepada kehendak Allah. Di sinilah cahaya Ramadhan bekerja—membersihkan batin, menenangkan jiwa, dan menuntun manusia menuju takwa.
2. Ramadhan: Jeda dari Hiruk-Pikuk Dunia
“Ramadhan adalah jeda dari hiruk-pikuk dunia, tempat jiwa belajar kembali tenang.”
Dalam kesibukan dunia yang melelahkan, Ramadhan hadir sebagai ruang sunyi untuk berdamai dengan diri sendiri. Waktu seakan melambat, memberi kesempatan bagi hati untuk berbicara jujur kepada Rabb-nya. Allah SWT menegaskan:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Dengan Al-Qur’an, Ramadhan menjadi bulan penyembuhan hati—obat bagi kegelisahan, petunjuk bagi kebingungan, dan penenang bagi jiwa yang resah.
3. Sahur, Doa Lirih, dan Keikhlasan
“Dalam sunyi sahur dan doa yang lirih, Ramadhan mengajarkan makna keikhlasan.”
Saat kebanyakan manusia terlelap, orang beriman bangkit dalam sunyi. Sahur bukan hanya sunnah, tetapi simbol keikhlasan—amal yang hanya diketahui oleh Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keikhlasan inilah yang menjadikan Ramadhan berbeda. Amalan kecil bernilai besar, sebab dilakukan dalam keheningan dan kejujuran hati.
4. Puasa Hati: Menahan Iri, Dendam, dan Kesombongan
“Saat Ramadhan hadir, semoga hati kita ikut berpuasa dari iri, dendam, dan kesombongan.”
Puasa sejati bukan hanya pada anggota badan, tetapi juga pada hati. Rasulullah ﷺ mengingatkan:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (HR. Bukhari)
Ramadhan mendidik kita untuk berpuasa dari penyakit hati, sebab hati yang bersih adalah tempat turunnya rahmat Allah.
5. Ramadhan: Bulan Keberkahan dan Pahala Berlipat Ganda
“Tidak ada ganjaran pahala yang berlipat ganda sebesar di bulan Ramadhan.”
Ramadhan adalah bulan keberkahan tanpa batas. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Maka bergembira menyambut Ramadhan adalah tanda hidupnya iman dan harapan akan ampunan Allah.
6. Menjadikan Ramadhan 1447 H / 2026 M yang Terbaik
Ramadhan 1447 H / 2026 M hendaknya menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita—lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dalam ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial. Mari sambut Ramadhan dengan penuh hikmah, bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan perubahan nyata dalam diri.
*“اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَتَقَبَّلْ مِنَّا”*
“Ya Allah, sampaikan kami kepada Ramadhan dan terimalah amal kami.”
Penutup
Ramadhan adalah perjalanan pulang_pulangnya hati kepada Ilahi. Siapa yang memuliakan Ramadhan, maka Ramadhan akan memuliakannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang keluar dari Ramadhan dengan hati yang bersih dan dosa yang diampuni. Aamiin.
Berita Terkait
Diduga Langgar UU Pengelolaan Sampah, TPS di Panton Luas Tapak Tuan Tuai Protes Warga
25 Feb 2026
SIRADH KUA Tapaktuan Menyapa Umat dari Masjid ke Gampong (Ramadhan Momentum Penguat Umat)
25 Feb 2026
Sedekah : Garansi Ilahi bagi Kehidupan Dunia dan Akhirat
24 Feb 2026
Pemulihan Pasca Banjir Hidrometeorologi Di Aceh Dinilai Lambat
17 Feb 2026