Pemulihan Pasca Banjir Hidrometeorologi Di Aceh Dinilai Lambat

17 February 2026 09:30 WIB

Oleh Admin

WhatsApp Telegram Facebook
Pemulihan Pasca Banjir Hidrometeorologi Di Aceh Dinilai Lambat

KABARACEHSELATAN.ID – Pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi di Aceh dinilai berjalan lambat. Hal tersebut disampaikan oleh Ali Hasyimi, Presiden Mahasiswa Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Washliyah Banda Aceh. Selasa, (17/02/26).


Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang telah berlangsung selama 81 hari atau hampir tiga bulan itu belum menunjukkan perubahan signifikan di lapangan. Ia menilai Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah perlu segera menghadirkan langkah-langkah strategis dan terobosan yang konkret agar masyarakat dapat merasakan pemulihan yang nyata.


Ali menyampaikan hal tersebut berdasarkan pengalamannya mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Recovery yang dilaksanakan UNADA dan STAI Al Washliyah Banda Aceh pada 28 Januari hingga 14 Februari 2026 di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan tersebut melibatkan 115 mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelompok dan ditempatkan di Kecamatan Meurah Dua, tepatnya di Gampong Meunasah Mancang, Gampong Dayah Usen, dan Gampong Blang.


Selama 18 hari berada di lokasi, para mahasiswa ikut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak banjir. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan sekadar menyalahkan pemerintah, melainkan bentuk kepedulian yang juga disertai aksi nyata di tengah masyarakat.


Di lapangan, kata dia, genangan air masih kerap terjadi saat hujan deras. Minimnya saluran drainase menyebabkan air mengendap di badan jalan dan menghambat aktivitas warga. Bahkan di Jalan Pante Beureune, ketinggian air disebut dapat mencapai selutut orang dewasa ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.


Pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, banjir kembali merendam Gampong Meunasah Mancang dan Gampong Dayah Usen. Kondisi tersebut dinilai memperparah trauma masyarakat yang belum sepenuhnya pulih sejak banjir sebelumnya.


Ali juga menyoroti perlunya transparansi dalam pengelolaan dana kebencanaan serta perbaikan manajemen penanganan bencana. Ia berharap Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya segera menyampaikan secara terbuka langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan rasa aman, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.


Ia mendorong pemerintah agar lebih proaktif dalam mempercepat pemulihan, termasuk membenahi infrastruktur drainase dan memastikan tidak ada penyalahgunaan dana bantuan. Menurutnya, kehadiran pemerintah secara nyata sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat bangkit dan menjalani aktivitas dengan tenang. [KAS].

Berita Terkait