Menjelang Setahun Kepemimpinan MANIS, Ini Catatan dan Harapan untuk Aceh Selatan

10 January 2026 19:56 WIB

Oleh Admin

WhatsApp Telegram Facebook
Menjelang Setahun Kepemimpinan MANIS, Ini Catatan dan Harapan untuk Aceh Selatan

Tapak Tuan | kabaracehselatan.id– Menjelang satu tahun masa kepemimpinan pasangan H. Mirwan MS dan H. Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, sejumlah kalangan mulai menyampaikan catatan evaluatif sekaligus harapan terhadap arah pembangunan daerah.


Pasangan yang dikenal dengan akronim MANIS itu dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam rapat paripurna DPRK Aceh Selatan, Senin, 17 Februari 2025. Keduanya mengemban amanah kepemimpinan untuk periode 2025–2030.


Salah seorang tokoh masyarakat Aceh Selatan, H. Bachtiar AR, menilai tahun pertama kepemimpinan MANIS merupakan fase konsolidasi yang menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.


Menurut Bachtiar, yang akrab disapa Abu Saka, periode awal pemerintahan tidak bisa semata-mata diukur dari capaian fisik. Banyak pekerjaan internal yang bersifat fundamental dan membutuhkan waktu.


“Satu tahun pertama ini adalah masa penyesuaian dan peletakan fondasi. Tidak adil jika seluruh capaian diukur hanya dari hasil fisik, karena ada proses pembenahan internal yang harus dilakukan terlebih dahulu,” ujar Abu Saka, Sabtu (10/1/2026).


Ia mengingatkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan MANIS mengusung visi “Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani”. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah misi strategis lintas sektor.


Misi itu antara lain mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, perbaikan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, serta penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.


Abu Saka menilai, sebagian program yang sejalan dengan visi tersebut mulai menunjukkan geliat. Ia mencatat adanya upaya penataan birokrasi dan dorongan peningkatan kualitas pelayanan publik.


“Penataan pemerintahan mulai terlihat, terutama dalam mendorong pelayanan publik yang lebih terbuka dan melayani. Perhatian terhadap sektor sosial dan keagamaan juga cukup terasa,” katanya.


Selain itu, menurut dia, sektor ekonomi rakyat seperti UMKM, pertanian, dan perikanan mulai mendapat ruang dalam agenda pemerintah daerah. Meski demikian, ia menilai upaya tersebut masih perlu penguatan agar dampaknya lebih signifikan bagi masyarakat.


Di sisi lain, Abu Saka juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang belum berjalan optimal. Percepatan pembangunan infrastruktur strategis, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal disebutnya masih menghadapi tantangan.


Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai kendala struktural yang dihadapi pemerintah kabupaten pada tahun pertama kepemimpinan.


“Ada keterbatasan fiskal daerah, masa transisi pemerintahan, hingga beban persoalan lama yang tidak bisa diselesaikan secara instan. Konsolidasi internal birokrasi juga masih terus berjalan,” ujarnya.


Ke depan, Abu Saka mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah strategis yang lebih terukur. Perencanaan pembangunan berbasis prioritas dinilai menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya inovasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, unsur Forkopimda, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pihak swasta.


“Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar keterbatasan daerah bisa ditopang oleh sinergi yang kuat,” kata dia.


Selain aspek kebijakan, komunikasi publik yang terbuka dan evaluasi kinerja secara berkala juga dinilai krusial. Menurut Abu Saka, transparansi akan membantu masyarakat memahami arah pembangunan sekaligus tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.


Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kesolidan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjadi faktor penentu keberhasilan kepemimpinan MANIS.


“Kesolidan dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Jika semua bergerak dalam satu visi dan satu irama, target kinerja akan lebih mudah dicapai,” ujarnya.


Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Abu Saka berharap pasangan MANIS dapat melakukan akselerasi pembangunan dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.


“Masyarakat berharap Aceh Selatan benar-benar bergerak menuju daerah yang maju, produktif, dan madani. Dengan kepemimpinan yang kuat dan birokrasi yang solid, harapan itu sangat mungkin diwujudkan,” tutupnya.(*)


Editor : Admin

Sumber : Antaran.id

Berita Terkait