KABARACEHSELATAN.ID | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Dayah Sirajul Ibad, Desa Rotteungoh, Kecamatan Meukek. Melalui pendidikan formal SMA Swasta Sirajul Ibad, salah seorang santrinya, Sandi Alamsyah, berhasil meraih Juara II cabang lomba Qira’atil Qutub dalam kegiatan Inspiring Tahfizh Qur'an and Science yang digelar di Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ). Senin, (7/9/2026).
Sandi Alamsyah, putra dari Bapak Ridwan, berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca dan memahami kitab-kitab keislaman. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, para guru, serta seluruh keluarga besar Dayah Sirajul Ibad yang terus berkomitmen membina generasi muda melalui pendidikan agama dan pendidikan formal.
Ajang Inspiring Tahfizh Qur'an and Science menjadi salah satu wadah bagi para pelajar dan santri untuk mengembangkan potensi di bidang Al-Qur'an, keilmuan, dan pendidikan Islam. Dalam cabang Qira'atil Qutub, para peserta dituntut memiliki kemampuan membaca serta memahami literatur keislaman dengan baik, sehingga capaian Sandi menjadi bukti kesungguhan dalam menimba ilmu.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan yang diberikan oleh Pimpinan Dayah Sirajul Ibad, Abuna H. Mhd. Ja'far Amja, S.H.I. (Abu Meukek), beserta para dewan guru dan pembimbing. Pendidikan yang memadukan pembelajaran formal dengan nilai-nilai keislaman menjadi bagian penting dalam membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan mampu berprestasi.
Bagi Dayah Sirajul Ibad, kemenangan Sandi bukan sekadar sebuah piala atau peringkat dalam perlombaan. Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan di dayah, ketika dipadukan dengan pendidikan formal dan pembinaan yang berkelanjutan, mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri serta siap berkompetisi di berbagai bidang.
Pencapaian Sandi juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri dan pelajar lainnya di Kecamatan Meukek untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan tidak takut berkompetisi. Semangat tersebut menjadi penting dalam melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an dan khazanah keislaman.
Sebuah prestasi kembali lahir melalui perjuangan seorang santri bernama Sandi Alamsyah. Juara II Qira'atil Qutub di ajang Inspiring Tahfizh Qur'an and Science menjadi bukti bahwa dengan ilmu, ketekunan, doa, dan dukungan pendidikan yang kuat, santri dari daerah pun mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama lembaga pendidikannya.[KAS]