KABARACEHSELATAN.ID | Sebuah kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Kabupaten Aceh Selatan ketika Rasvia Sukma, S.Pd., Gr., yang saat ini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri Kuta Baro, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, tampil sebagai presenter dalam konferensi internasional yang diselenggarakan di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Banda Aceh, pada 14–16 Oktober 2026.
Keikutsertaan Rasvia Sukma dalam forum akademik internasional ini menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya sebagai pendidik sekaligus pemimpin satuan pendidikan. Di tengah tanggung jawab memimpin sekolah, ia terus berupaya mengembangkan kapasitas akademik, memperluas wawasan, dan berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar.
Mengemban Amanah Kepemimpinan di Usia Muda
Sebagai Plt. Kepala SD Negeri Kuta Baro, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Rasvia Sukma menjalankan tanggung jawab kepemimpinan yang menuntut komitmen, ketegasan, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap kualitas pembelajaran. Ia juga dikenal sebagai Plt. kepala sekolah termuda di Kabupaten Aceh Selatan, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memikul tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan.
Baginya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk membangun lingkungan belajar yang lebih baik, mendorong guru agar terus berkembang, memperkuat budaya refleksi, serta memastikan bahwa setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar secara optimal.
Peran tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi dirinya untuk memadukan pengalaman di lapangan dengan pendekatan ilmiah, sehingga setiap kebijakan dan langkah pengembangan sekolah dapat diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan.
Terus Menempuh Pendidikan Magister Penjaminan Mutu Pendidikan
Di samping menjalankan tugas sebagai pimpinan sekolah, Rasvia Sukma saat ini sedang menempuh pendidikan S2 atau program magister/pascasarjana pada bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan telah memasuki semester akhir.
Perjalanan akademik ini mencerminkan kesungguhannya untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi profesional. Ia berupaya memahami bagaimana sistem penjaminan mutu pendidikan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan pembelajaran, pemanfaatan hasil asesmen, supervisi akademik, hingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Kombinasi antara pengalaman sebagai pemimpin sekolah dan pendalaman ilmu di jenjang magister diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam membangun sekolah yang berorientasi pada mutu, mengembangkan profesionalisme guru, serta meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik.
Menjadi Presenter dalam Konferensi Internasional di UBBG
Pada 14–16 Oktober 2026, Rasvia Sukma berpartisipasi sebagai presenter dalam 1st International Conference on Global Education and Innovation (IC-GERI) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh.
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Empowering Future Education: Harnessing AI, Sustainability, and Digital Inclusivity”, yang menyoroti pentingnya pemberdayaan pendidikan masa depan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, keberlanjutan, dan inklusivitas digital.
Dalam kesempatan tersebut, Rasvia mempresentasikan penelitian berjudul:
“Repositioning the Teacher’s Role as a Quality Assurance Agent in Strengthening Learning Quality”
atau dalam bahasa Indonesia, “Reposisi Peran Guru sebagai Agen Penjaminan Mutu dalam Memperkuat Kualitas Pembelajaran.”
Penelitian ini berfokus pada pentingnya perubahan cara pandang terhadap peran guru, dari yang semula lebih banyak diposisikan sebagai pelaksana pembelajaran menjadi pihak yang turut mengambil peran aktif dalam menjamin dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Kajian tersebut mengambil konteks sekolah dasar negeri di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Fokus ini relevan dengan pengalaman profesionalnya di lingkungan sekolah dasar, sekaligus menunjukkan perhatian terhadap persoalan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui presentasi ini, Rasvia membawa isu pendidikan pada tingkat lokal ke ruang diskusi akademik yang lebih luas. Partisipasinya menjadi kesempatan untuk berbagi gagasan, memperoleh perspektif baru, serta memperkaya pemahaman mengenai pengembangan mutu pendidikan melalui peran aktif guru.
Menguatkan Peran Guru sebagai Agen Penjaminan Mutu
Salah satu gagasan utama yang diangkat dalam penelitian tersebut adalah bahwa penjaminan mutu pendidikan tidak seharusnya dipahami hanya sebagai urusan administrasi, pelaporan, atau pemenuhan dokumen akreditasi. Penjaminan mutu perlu menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari.
Guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memahami kebutuhan belajar mereka. Oleh sebab itu, guru perlu dilibatkan secara aktif dalam merencanakan pembelajaran sesuai standar dan kebutuhan peserta didik, melaksanakan asesmen yang bermakna, menganalisis hasil belajar, merefleksikan praktik mengajar, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarguru, dukungan kepemimpinan sekolah, pengembangan profesional, supervisi yang konsisten, dan tersedianya sumber daya yang memadai. Faktor-faktor ini dapat membantu menciptakan budaya sekolah yang menjadikan mutu sebagai tanggung jawab bersama.
Dalam perspektif tersebut, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang mendorong guru untuk berkembang, berinovasi, bekerja sama, dan mengambil bagian dalam proses peningkatan mutu.
Gagasan ini memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawab Rasvia sebagai Plt. Kepala Sekolah, yang berupaya menghubungkan konsep akademik dengan tantangan nyata dalam pengelolaan sekolah dasar.
Membawa Perspektif Daerah ke Forum Akademik Internasional
Keikutsertaan Rasvia Sukma dalam konferensi internasional menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa gagasan tentang peningkatan kualitas pendidikan dapat tumbuh dari pengalaman dan permasalahan nyata di tingkat sekolah.
Kabupaten Aceh Selatan, termasuk Kecamatan Trumon, memiliki konteks dan tantangan pendidikan yang perlu dipahami melalui kajian yang relevan dengan kondisi lapangan. Dengan mengangkat penelitian mengenai peran guru sebagai agen penjaminan mutu, Rasvia berupaya menghadirkan perspektif bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan semua unsur sekolah, terutama guru dan kepala sekolah.
Forum internasional juga membuka peluang bagi pertukaran gagasan, pengembangan jejaring akademik, dan pengayaan wawasan mengenai praktik pendidikan. Bagi seorang pendidik yang sedang menyelesaikan studi magister sekaligus menjalankan tugas kepemimpinan sekolah, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan kompetensi dan memperluas cakrawala profesional.
Partisipasi tersebut patut menjadi motivasi bagi para guru dan tenaga kependidikan lainnya agar terus mengembangkan diri, melakukan penelitian, menulis karya ilmiah, serta berani menyampaikan gagasan dalam forum akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Perpaduan Pendidikan, Kepemimpinan, dan Pengabdian
Perjalanan Rasvia Sukma menunjukkan bahwa pengembangan karier dalam dunia pendidikan dapat berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Di satu sisi, ia menjalankan amanah sebagai Plt. Kepala SD Negeri Kita Baro. Di sisi lain, ia menyelesaikan pendidikan magister pada bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional. Ketiga peran tersebut saling berkaitan dalam upaya membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai kualitas pendidikan dan cara meningkatkannya.
Pengalaman memimpin sekolah memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan nyata guru dan peserta didik. Pendidikan magister memperkaya landasan konseptual dan metodologis, sedangkan konferensi internasional membuka ruang untuk mendiskusikan gagasan tersebut bersama komunitas akademik yang lebih luas.
Dengan demikian, capaian ini tidak hanya bermakna sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus menghadirkan praktik kepemimpinan yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan mutu pendidikan.
Harapan untuk Pendidikan Aceh Selatan
Rasvia Sukma berharap bahwa pengalaman mengikuti konferensi internasional dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya di Kecamatan Trumon dan SD Negeri Kita Baro.
Ia meyakini bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan proses yang konsisten, dukungan dari berbagai pihak, keterbukaan terhadap inovasi, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Guru perlu memperoleh dukungan agar mampu mengembangkan pembelajaran yang relevan, sementara kepala sekolah perlu menciptakan lingkungan yang mendorong kolaborasi dan pertumbuhan profesional.
Ke depan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan magister serta forum akademik diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat budaya penjaminan mutu di sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
Bagi Rasvia, usia muda bukan alasan untuk membatasi cita-cita dan pengabdian. Sebaliknya, usia muda merupakan kesempatan untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan mengambil peran dalam menjawab tantangan pendidikan.
“Menjadi pendidik bukan hanya tentang mengajar, dan menjadi pemimpin sekolah bukan sekadar tentang memimpin. Keduanya adalah tentang belajar tanpa henti, menggerakkan perubahan, dan memastikan bahwa setiap anak memperoleh kesempatan untuk belajar dengan kualitas yang lebih baik.”
Partisipasi Rasvia Sukma, S.Pd., Gr., sebagai presenter dalam 1st International Conference on Global Education and Innovation (IC-GERI) 2026 menjadi salah satu langkah dalam perjalanan panjang pengabdian tersebut. Sebuah langkah yang diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi terus berlanjut dalam karya, kepemimpinan, dan kont
ribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Aceh Selatan dan Indonesia. [KAS]
Berita Terkait
Dua Putra Terbaik Aceh Selatan, Lulus ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir
04 Nov 2026
Raih Prestasi di Mimbar Santri, Jadi Motivasi untuk Terus Belajar dan Mengukir Masa Depan
22 Oct 2026
Santri Dayah Sirajul Ibad kembali Raih Juara I pada Lomba Mimbar Santri Peringatan Hari Santri Nasional 2026
22 Oct 2026
Harumkan Nama Aceh Selatan, Muhibbul Bahri Raih Medali Perak Olimpiade Sains Internasional dan Juara 2 Ketua OSIS Terbaik se-Indonesia
15 Oct 2026